Tentang Untan



Kategori Berita



Arsip Berita




Cari Berita




Fakultas




« INFORMASI BAGI PESERTA YANG LULUS SM-UNTAN 2009 | Main | UNTAN BANGUN RS PENDIDIKAN »

BEREBUT 670 KURSI

By php | July 1, 2009

Untan - Pagi ini sebanyak 5.321 siswa dipastikan mengikuti ujian SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) di Untan. Ujian digelar di seluruh ruang kelas yang ada disetiap fakultas serta di SMU Santun Untan. Ujian SNMPTN dilaksanakan selama dua hari, yakni 1-2 Juli, mulai pukul 07.00.Pada hari pertama pelaksanaan ujian tulis, siswa akan mengikuti tes potensi akademik dan tes bidang studi dasar. Pada hari kedua, siswa akan mengerjakan soal ujian bidang studi IPA dan bidang studi IPS. Khusus untuk uji keterampilan olahraga dan seni, pendaftaran baru akan dibuka pada 1 dan 2 Juli 2009, di tempat ujian tulis. Pelaksanaan uji keterampilan baru akan digelar pada 3 dan 4 Juli 2009.

Pembantu Rektor I Untan, Saeri Sagiman, mengungkapkan meski tahun ini Untan hanya menyediakan kuota 670 kursi, namun hal itu tidak menyurutkan niat para calon mahasiwa untuk berkompetisi. Selain diikuti oleh siswa dari Kalbar, SNMPTN juga diikuti oleh siswa dari luar Kalbar. Kompetisi akan terasa semakin ketat dengan diperbolehkannya peserta yang tidak lulus ujian lokal untuk mengikuti SNMPTN. Berdasarkan catatan yang ada, dari 7000-an siswa yang mengikuti ujian lokal Untan, 1600-an siswa dinyatakan lulus. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, jumlah siswa yang ingin menuntut ilmu FKIP terbilang cukup tinggi. Program studi yang menjadi favorit antara lain PGSD, pendidikan sosiologi, serta bahasa Inggris. “Tingginya minat siswa untuk menuntut ilmu di FKIP ini tidak lepas dari besarnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para guru di daerah,” terangnya.

Dalam pelaksanaan ujian lokal, beberapa waktu yang lalu, minat siswa terlihat minim untuk menuntut ilmu di Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan. Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya perhatian pemerintah pusat maupun daerah dalam memanfaatkan lulusannya. Lihat saja dalam perekrutan CPNS beberapa waktu yang lalu. Kuota untuk sarjana kehutanan serta pertanian masih kecil. Kondisi ini bertolak belakang dengan lulusan sarjana dari Fakultas Ekonomi, FKIP, Fakultas Teknik dan lain sebagainya. “Meski lapangan pengerjaan di sektor swasta terbuka, namun sebagian besar sarjana kita masih berorientasi untuk menjadi PNS. Ini adalah fakta yang sulit untuk terelakkan,” pungkasnya.

Untuk bisa keluar dari persoalan ini, pola pikir untuk menjadi PNS harus di rubah. Caranya adalah dengan mengembangkan dunia pertanian dan kehutanan. Kedua sektor ini dipandang sangat potensial untuk di kembangkan karena lebih dari 60 persen rakyat miskin berada di pedesaan. Desa itu sendiri identik dengan pertanian dan perkebunan. “Coba petani lada kita. Saat ini mereka bisa tersenyum gembira karena nilai jual lada saat ini tengah naik. Kalau pemerintah jeli, kondisi seperti ini harusnya bisa dipertahankan melalui pemberdayaan sarjana pertanian. Begitu pula untuk hasil hutan. Dimana rotan masih menjadi primadona ekspor Kalbar. Jika pemerintah melibatkan sarjana kehutanan untuk membudidayakan rotan, maka hasilnya bisa berlipat,” ungkap Saeri.

Topics: UNTAN NEWS