« PROGRAM DOKTOR ILMU HUKUM KEMITRAAN SEJAJAR DAN KARAKTER MULTIKULTURAL | Main | PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA TAHUN 2009 »
PELUANG MENJADI GURU BAHASA MANDARIN
By php | September 16, 2009
Oleh: Rahayu Apriliaswati*
Bahasa Mandarin sudah merupakan kebutuhan di era global saat ini. Majunya perekonomian dan industri Cina serta besarnya jumlah penduduk yang hampir mencapai lebih dari 1 miliar jiwa membuat Bahasa Mandarin kini menjadi bahasa Internasional kedua setelah Bahasa Inggris. Bahasa Mandarin digunakan orang di seluruh dunia karena makin cerahnya prospek karir seseorang terutama bagi mereka yang hendak terjun dalam dunia bisnis. Bahasa Mandarin sebagai bahasa asing di Indonesia semakin dibutuhkan terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan, informasi komunikasi dan teknologi, sains, dan bidang sosial lainnya seperti pendidikan dan kesehatan.
Peminat pendidikan Bahasa Mandarin sangat tinggi di Indonesia. Berdasarkan survei di beberapa sekolah SMU dan SMK di Jawa Timur, hampir semua sekolah memberikan bahasa Mandarin sebagai muatan lokal. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) telah merekomendasikan penguasaan bahasa Asing selain bahasa Inggris sebagai kompetensi yang dapat diakses oleh siswa, mulai dari tingkat SMP sampai dengan tingkat SMA/SMK.
Untuk itu, sebagian besar SMP dan SMA serta beberapa SMK baik negeri maupun swasta di Kalimantan Barat, khususnya sekolah-sekolah di perkotaan telah menetapkan bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran bahasa Asing lain. Bahkan beberapa Sekolah Dasar (SD) di Pontianak telah menjadikan mata pelajaran Bahasa Mandarin sebagai muatan lokal. Hal ini ditetapkan mengingat kompetensi Bahasa Mandarin sangat prospektif untuk dunia kerja/usaha karena lebih dari 30% penduduk Kalbar yang berlatar belakang keturunan etnis Cina mempunyai kedekatan hubungan sosial budaya dan hubungan ekonomi yang baik dengan negara-negara seperti RRC, Hongkong, Taiwan, Singapura, dan lain-lain dimana pada umumnya Bahasa Mandarin digunakan. Dengan demikian para siswa yang memiliki kompetensi bahasa Mandarin akan berpeluang besar dalam menghadapi dunia kerja di masa depan.
Melihat kondisi ini, peluang untuk menjadi guru yang mengajar pelajaran Bahasa Mandarin di sekolah sangat terbuka lebar. Namun untuk menjadi guru pendidikan bahasa Mandarin harus memiliki Sarjana S1 Kependidikan setelah itu dilanjutkan dengan mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di FKIP UNTAN jika tidak berlatar S1 Kependidikan maka keprofessionalan sebagai guru dipertanyakan.
Saat ini, Pendidikan Bahasa Mandarin di perguruan tinggi Indonesia baru ada dua yaitu di UNESA Surabaya dan FKIP UNTAN Pontianak. Pembukaan jurusan S1 Pendidikan Bahasa Mandarin akan menjadi daya tarik tersendiri bagi UNTAN ke depannya. Pembukaan jurusan baru ini bukan tanpa perhitungan, melainkan sudah diperhitungkan secara matang. Perhitungan ini terlihat dari jumlah kebutuhan tenaga guru pendidikan Bahasa Mandarin di sekolah di Indonesia dan khususnya di Kalbar. Dalam membuka prodi Pendidikan Bahasa Mandarin kedua di Indonesia ini, FKIP telah mengadakan MOU kerjasama dengan Huazhong Normal University dalam menyediakan native speaker. Tenaga dosen prodi sementara ini adalah Ina dan Lili, lulusan S2 Beijing Language and Culture University dan Lusia Julita lulusan College of Chinese Language and Culture, Jihan University Guangzhou, Guangdong.
Dengan didukung oleh para dosen lainnya yang juga peduli dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya Mandarin serta ilmu pendidikan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin FKIP UNTAN mempunyai misi menghasilkan lulusan tenaga kependidikan bahasa Mandarin yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwawasan teknologi informasi dan profesional dengan misinya menghasilkan lulusan tenaga kependidikan bahasa Mandarin yang mampu menyikapi perkembangan dan perubahan pendidikan dengan cara mengadakan penelitian pendidikan atau pembelajaran terutama pada bidang bahasa Mandarin guna meningkatkan guru yang profesional.
* Penulis, Dosen FKIP UNTAN.
Topics: UNTAN NEWS









