Rektor Untan Presentasikan Biodiesel dari Limbah Sawit

Rektor Untan Presentasikan Biodiesel dari Limbah Sawit

Foto : Rektor Untan bersama dengan Keynote Speaker lainnya dalam Seminar Nasional Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ke-3/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Selain membuka kegiatan Seminar Nasional Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ke-3, Rektor Untan, Prof Dr Thamrin Usman DEA, juga menjadi salah satu keynote speaker dalam seminar tersebut.

Dalam presentasinya, Rektor mengangkat peluang produk sisa dari produksi CPO yang ada di pabrik Kelapa Sawit.

“Limbah cair tersebut bisa kita ubah menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah yang tinggi seperti Biodiesel,” ujar Rektor.

Rektor melanjutkan, biodiesel ini didapat dari CPO yang memiliki asam lemak bebas yang tinggi. Selain itu limbah cair yang didalamnya mengandung protein dan lain sebagainya bisa diubah menjadi gas metan.

Gas metan adalah penyebab efek rumah kaca yang juga berarti penyebab kenaikan temperatur global, menurut Prof Thamrin, dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk listrik.

Kemudian limbah padat dari sisa fermentasi gas metan tersebut dipakai sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman sawit yang ada di perkebunan.

“Inilah pemikiran yang kita berikan kepada forum, sehingga tidak hanya sebatas biodiesel, tapi turunan dari biodiesel itu sendiri bisa kita kembangkan dan bahkan kehadiran asam lemak bebas yang ada di limbah cair itu bisa kita jadikan produk-produk healer dari sawit yaitu downstream product of CPO,” lanjutnya.

Sehubungan dengan progres kedepan, Prof Thamrin mengatakan, bahwa dirinya sedang mengimplementasikan model kerja sama Three Parted yang terdiri dari Pemerintah Daerah sebagai pemilik kebijakan dan pengguna produk akhir yang dihasilkan, kampus sebagai pusat inovasi, dan investor sebagai pemodal.

“Untuk limbah sawit ini bisa saja kita menggandeng investor swasta yang memiliki budget dan teknologi, kemudian kita rubah dan menghasilkan gas metan untuk menghasilkan listrik, dan kita di tingkat universitas menyiapkan sumber daya manusia mumpuni yang diperlukan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *