RRI Pontianak dan Untan Gelar Seminar Nasional Jelang HUT RI Ke-73

RRI Pontianak dan Untan Gelar Seminar Nasional Jelang HUT RI Ke-73

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak bersama Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar Seminar Nasional menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 tahun. Seminar Nasional tersebut mengusung tema “Dengan semangat HUT RI Ke-73, bersatu, bersama mewujudkan Kalimantan Barat yang aman, damai sejahtera serta memperkuat rasa nasionalisme dalam bingkai NKRI”, berlangsung di lantai tiga Gedung Rektorat Untan, pada Kamis (9/8/2018).

Mewakili Rektor Untan, Rien Pantekostani, M.Si selaku Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (BPKHM) dalam sambutannya menyampaikan, adanya kegiatan seminar nasional menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-73, merupakan suatu momentum yang sangat tepat bagi kita untuk mengingat kembali jasa perjuangan para pahlawan dan pendahulu kita yang bersatu bersama-sama tanpa membedakan agama, suku ataupun ras untuk mendapatkan dan mempertahankan kemerdekaan.

“73 tahun sudah kita merdeka, berbagai tantangan dan ancaman yang harus dihadapi, seperti masih rendahnya kesejahteraan, rendahnya tingkat kependidikan dan kualitas kesehatan, terbatasnya ketersediaan lapangan pekerjaan, kriminalitas, korupsi, konflik sosial, penyalahgunaan psikotropika, terorisme, kerusakan lingkungan, serta dampak negatif dari globalisasi. Berbagai macam persoalan dapat menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persoalan ini juga terjadi di Kalimantan Barat, mengingat daerah ini merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Rien Pantekostani mengatakan, agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga, maka dengan semangat Hari Kemerdekaan RI Ke-73 ini, mari kita bersatu dan bersama-sama berusaha mewujudkan Kalimantan Barat yang aman, damai, dan sejahtera, untuk memperkuat rasa nasionalisme dalam bingkai NKRI dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menumbuhkankembangkan semangat  Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.

“Adanya keberagaman atau perbedaan bukanlah kelemahan tetapi merupakan kekuatan. Menghormati perbedaan suku, budaya, agama dan warna kulit. Perbedaan yang ada akan menjadi indah  jika terjadi kerukunan, bahkan menjadi sebuah kebanggaan karena merupakan kekayaan bangsa,” katanya.

Rien Pantekostani menambahkan, menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, dimana telah diatur secara jelas tentang hak dan kewajiban warga negara, menciptakan ketahanan nasional dan setiap warga negara harus aktif menjaga keutuhan, kedaulatan negara dan mempererat persatuan bangsa, dengan mewujudkan persatuan dan kesatuan di segenap aspek kehidupan sosial  masyarakat. Mentaati peraturan untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tujuan agar Indonesia menjadi lebih baik.

“Seminar ini merupakan salah satu bentuk sarana untuk menjalin persaudaraan, kerjasama, persatuan dan kesatuan, sehingga terbangun sinergi di antara kita, dan diharapkan dapat menghasilkan pemikiran  serta gagasan yang positif untuk berkontribusi dalam rangka mewujudkan Kalbar yang aman, damai dan sejahtera, untuk memperkuat rasa nasionalisme dan cinta NKRI,” tutupnya. (Sukardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *