Team Dosen Untan Memenangkan Alumni Engagement Innovation Fund (AEIF) 2017

Team Dosen Untan Memenangkan Alumni Engagement Innovation Fund (AEIF) 2017

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Alumni pertukaran Amerika dari Kota Pontianak terpilih sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam Alumni Engagement Innovation Fund (AEIF) 2017.

Tiga orang alumni yang tergabung dalam project Emerging Future Community Teacher (EFCT) ini, menyisihkan sekitar 1.104 proposal project dari 125 negara di dunia. Mereka tergabung dalam 68 tim alumni dari 53 negara lain sebagai pemenang.

Tim itu terdiri dari kepala UPT Bahasa Untan, Stella Prancisca yang bertindak sebagai leader dan dua lainnya, yakni Nining Ismiyani, dan Endah Setya Ningsih. Dua nama yang disebut terakhir, merupakan bagian dari pendidik UPT Bahasa Untan.

Dalam program EFCT, team ini akan membuat pelatihan bagi guru-guru bahasa Inggris muda di Pontianak. Guru muda yang dimaksud adalah, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris dari berbagai perguruan tinggi di Pontianak.

“Setelah diberikan pelatihan oleh para ahli, para peserta yang terpilih akan berkontribusi dalam pengajaran bahasa Inggris ke komunitas-komunitas marginal di Pontianak,” ungkap Stella, Rabu (23/8).

Selain itu, kata Stella setiap kelompok komunitas akan diberikan dana project program. Dengan dana tersebut mereka akan mendesign beraneka program dan pengajaran bahasa Inggris selama kurang lebih satu tahun. Tidak hanya itu saja dimana akan diseleksi 4 peserta terbaik untuk dapat mengikuti seminar International di luar negeri.

Lantaran pengumuman proposal terpilih baru didapat Selasa (22/8) malam via surel, program ini masih harus melengkapi administrasi yang diperlukan.

“Namun dalam waktu dekat mereka akan menseleksi 40 orang guru muda yang memiliki motivasi untuk berkontribusi. Jumlah itu akan dibagi dalam empat kelompok, dan didukung selama setahun. Targetnya, tiap kelompok komunitas memiliki murid sekitar 50 orang. Total akan ada 200 murid yang mendapatkan pelajaran bahasa Inggris,” katanya.

Dalam EFCT juga telah disiapkan sebuah model pelatihan bahasa Inggris yang menyenangkan bagi peserta didik dari kalangan marginal bernama “Hope Camp”. Camp itu akan berlangsung selama dua hari.

Team ini berharap program ini bisa berkelanjutan. Apalagi latar belakang tiga punggawa tim memang pendidik. Untuk komunitas, bisa komunitas/sekolah yang tidak ada guru bahasa Inggrisnya, atau lokasi-lokasi yang memerlukan guru bahasa Inggris.

AEIF adalah kompetisi project untuk seluruh Alumni pertukaran Amerika yang mempromosikan nilai bersama, dan solusi inovatif untuk tantangan global.

Kompetisi ini diselenggarakan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Setiap tahun, kompetisi ini diadakan dengan berbagai isu yang diangkat.

Untuk AEIF 2017, ada empat isu yaitu pengembangan bisnis dan kesempatan ekonomi, meningkatkankan partisipasi masyarakat, mendorong peningkatan pendidikan, dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

Foto: Team Dosen Untan yang memenangkan Alumni Engagement Innovation Fund (AEIF) 2017/Istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *