Tim Fakultas Teknik Untan Serahkan Reaktor Pengolah Pupuk Organik Cair

Tim Fakultas Teknik Untan Serahkan Reaktor Pengolah Pupuk Organik Cair

Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan sebagai akademisi, selain itu juga dilakukan sebagai bentuk inovasi dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dialami masyarakat. Begitu juga yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak.

Melalui  Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset Dikti telah dilakukan sosialisasi dan penyerahan reaktor pengolah pupuk organik cair dari limbah darah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sapi kepada kelompok tani Karya Usaha II di Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya oleh Tim PKM Fakultas Teknik Untan yang bekerja sama dengan Jurusan Budidaya Tanaman Pangan Politeknik Tonggak Equator Pontianak. Tim ini diketuai oleh Dian Rahayu Jati, ST.,M.Si.,  Emilia Farida Budi Handayani, SP,MMA, dan Ochih Saziati,S.Si,M.Sc serta melibatkan beberapa mahasiswa, yaitu : Aufa Enggar Tyasto, Anugrah Taufiqurrachman, Mohammad Aji Diantoro, dan Landa Gustiar.

Kegiatan PKM ini bermitra dengan RPH Sapi Kota Pontianak  yang terletak di Jalan Pelabuhan Rakyat  Kecamatan Pontianak Barat sebagai penghasil limbah darah sapi dan Kelompok Tani Karya Usaha II yang diketuai oleh Bapak Tocang sebagai pengolah pupuk organik cair. Program PKM ini dilaksanakan selama 8 bulan mulai bulan Maret hingga Oktober 2018.

Tahapan yang sudah dilakukan dalam kegiatan PKM ini, meliputi :perencanaan, penyuluhan serta pelatihan pembuatan biakan EM4 dan pupuk organic cair, pengujian kualitas pupuk, pembuatan demplot, pendampingan serta pembinaan kepada anggota kelompok tani Karya Usaha II. Tahap perencanaan diawali dengan melakukan perizinan dan koordinasi dengan pihak Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi Kota Pontianak terkait rencana pengambilan darah sapi yang akan diuji di laboratorium. Sedangkan koordinasi dengan Kelompok Tani Karya Usaha II dilakukan untuk mengetahui masalah yang mereka hadapi terkait tingginya harga pupuk organik yang mereka butuhkan dan tingginya harga sewa mesin perontok padi.

Penyuluhan merupakan tahap awal sebelum pembuatan pupuk organik dengan menggunakan reaktor yang sudah disediakan. Penyuluhan menjelaskan kepada masyarakat tentang pembuatan EM4 biakan dan cara mengolah limbah darah sapi untuk dijadikan pupuk organic cair dan pengaruhnya terhadap tanaman apabila pupuk tersebut diaplikasikan. Selain itu dilakukan percobaan uji demplot pada lahan tanaman milik masyarakat untuk mengetahui kadar pupuk organik cair yang efektif  dengan hasil yang memuaskan.

Harapan dari Tim PKM adalah bagi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sapi Kota Pontianak dengan adanya pemanfaatan limbah darah menjadi pupuk organik cair dapat membantu RPH dalam mengelola limbah darahnya dan mengurangi jumlah limbah darah yang dibuang ke lingkungan. Sedangkan bagi masyarakat terutama Kelompok tani Karya Usaha II memiliki pengetahuan untuk membuat pupuk organik cair sendiri yang dapat menghemat biaya pembelian pupuk serta lebih ramah lingkungan. (Agus Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *