Untan Tuan Rumah Pertemuan PT yang Bekerjasama dengan Guangxi University For Nationalities (GXUN)

Untan Tuan Rumah Pertemuan PT yang Bekerjasama dengan Guangxi University For Nationalities (GXUN)

Universitas Tanjungpura menjadi tuan rumah bagi pertemuan perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Guangxi University For Nationalities (GXUN). Awal pertemuan ini dimulai pada Sabtu (4/11) bertempat di gedung Pusat Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan Untan.
Selain GXUN dan Untan, turut hadir juga delegasi dari Mahasarakham University Thailand dan National University of Laos. Ketiganya (termasuk Untan) diwakili oleh jajaran pengurus Pusat Mandarin yang ada di masing-masing Universitasnya.

Rektor Untan, Prof Dr H Thamrin Usman DEA, mengatakan, pertemuan ini merupakan momen penting bagi Untan untuk merajut tali persaudaraan antar negara melalui perguruan tingginya di bidang pendidikan, seni, budaya, dan teknologi.

“Tadi dalam rapat kita (masing-masing delegasi) sudah clear akan ada mobilitas dosen-dosen kita yang akan bertukar. Yang kita membawa bahasa Indonesia, yang sana membawa bahasa Mandarin. Kita punya peluang dan kesempatan serta tantangan terhadap dunia pertanian kita, mereka punya kelebihan soal itu,” kata Rektor.

Hal inilah yang kemudian dicoba untuk dirajut oleh para delegasi. Kelebihan dari masing-masing delegasi akan diberikan untuk mengisi kekurangan satu sama lain sehingga kerjasama ini tak hanya dapat terus terjalin dengan baik, tapi juga membawa kemajuan bagi daerahnya. “Mudah-mudahan Pusat Mandarin Untan ini menjadi pintu masuk untuk kita memajukan Kalimantan Barat khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” jelasnya.

Direktur Pusat Bahasa Mandarin Untan, Dr Lili Thamrin MED, mengatakan, pertemuan ini merupakan pertemuan yang rutin dilakukan setiap tahunnya dengan tuan rumah yang berbeda. Tujuannya tak lain adalah untuk membahas bersama tidak hanya soal perkembangan bahasa mandarin saja, tetapi juga persoalan di bidang yang lainnya.
“Pusat bahasa mandarin tidak hanya fokus pada prodi bahasa mandarin saja, tetapi untuk semua. Tadi kami juga bahas soal bantuan penelitian dana untuk peneliti muda atau pun doktor muda yang S2 keatas oleh pemerintah tiongkok di segala bidang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *