UPT Bahasa Untan Menyediakan Tes Kemampuan Bahasa Inggris

UPT Bahasa Untan Menyediakan Tes Kemampuan Bahasa Inggris

Foto : Gedung UPT Bahasa Untan/Imam

 

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Bahasa Inggris menjadi kebutuhan dalam menghadapi tantangan di era globalisasi. Mulai dari keperluan melanjutkan sekolah hingga lowongan kerja di perusahaan tertentu menjadikan keahlian berbahasa inggris sebagai syaratnya. Universitas Tanjungpura sebagai perguruan tinggi negeri yang bertanggungjawab mempersiapkan lulusannya menghadapi tantangan tersebut menyediakan fasilitas melalui Tes Kemampuan Berbahasa Inggris (TOEFL) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa.

“Jadi di Untan sendiri kita ada dua. Yang pertama itu namanya TUTEP (Tanjungpura University Test of English Proficiency) untuk mengukur kemampuan, keterampilan, kecakapan di bidang bahasa inggris. Namun tes tersebut memang dipakai internal untuk lingkungan kampus Universitas Tanjungpura. Sedangkan untuk kepentingan di luar Untan seperti melamar Program masuk S2 dan S3 baik dalam dan luar negeri, kemudian prasyarat beasiswa dan pertukaran mahasiswa internasional, atau pengembangan karir diluar itu memang disyaratkan tes ITP atau Institutional Testing Program,” ujar Kepala UPT Bahasa Untan, Stella Prancisca.

Stella melanjutkan tes TOEFL sendiri dibagi dalam tiga jenis, pertama Paper Base atau lebih dikenal sebagai PBT, tes ini bisa dilaksanakan di UPT Bahasa Untan dengan media kertas dan Score Range 310 – 677. Dalam tes menggunakan kertas ini ada tiga skill yang dilatih, yaitu listening comprehension, structure and written expression, dan reading comprehension.

Kedua CBT (Computer Based Test) atau tes Toefl berbasis komputer, dalam tes ini skill yang dilatih sama dengan jenis Paper Base, hanya saja dalam CBT ditambah dengan writing atau skill menulis.

Ketiga IBT atau Internet Base Test menggunakan media komputer dan jaringan Internet. Range Score pada tes jenis ini adalah  0 –  120. Dalam tes ini kemampuan yang diuji meliputi listening, writing, reading dan speaking.

Universitas Tanjungpura saat ini hanya menyediakan tes dengan jenis Paper Base. Sementara untuk dua jenis lainnya, para peserta masih harus mengikuti  tes di Jakarta.

Untuk ITP sendiri, lanjutnya, Untan telah mendapatkan kerjasama dari pusat untuk menjadi penyelenggara tes tersebut, sehingga para peserta yang ingin mengikuti tes tidak perlu berangkat jauh-jauh ke Jakarta.

Biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti tes ini adalah 475.000 rupiah sudah termasuk pencetakan sertifikat. Harga ini termasuk murah mengingat jika dulu peserta harus mengikuti tes di Jakarta yang pasti akan memakan biaya lebih besar lagi. Pendaftaran dapat dilakukan langsung di UPT Bahasa Untan.

Dalam TOEFL ITP, kemampuan para peserta diklasifikasikan dalam empat tingkatan, yaitu:

  1. Tingkat Dasar, dengan nilai tes 310 – 420
  2. Tingkat Menengah Bawah, dengan nilai tes 420 – 480
  3. Tingkat Menengah Atas, dengan nilai tes 480 – 520
  4. Tingkat Mahir, degan nilai 525 – 677

Stella mengatakan, hingga tahun 2016 nilai tertinggi peserta yang mengambil tes ITP di UPT Bahasa Untan sudah ada yang mencapai Tingkat Mahir dengan skor 640.

“Alhamdulillah kita juga ikut berbangga hati bahwa  Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kalimantan Barat cukup mampu mencapai angka yang diharuskan di level internasional. Jika kita ingin melamar S2 di Australia minimal skor yang kita miliki adalah 525, Amerika minimal skor 550. Jadi kita patut acungkan jempol pada sumber daya lokal yang mampu mencapai skor 640,” ungkapnya.

Sejauh ini pada data tahun 2016, manfaat tes TOEFL ITP telah berhasil membuat delapan orang mahasiswa berangkat ke Amerika dan 10 orang ke Perancis. Sementara untuk masyarakat umum karena memang tidak ada kewajiban bagi mereka untuk melapor ke UPT Bahasa Untan, Stella mengatakan tidak bisa mendapatkan secara spesifik data mengenai manfaat TOEFL ITP bagi kalangan di luar mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *