International Islamic University Malaysia Pelajari Bangunan Tradisional di Kalimantan Barat

International Islamic University Malaysia Pelajari Bangunan Tradisional di Kalimantan Barat

Universitas Tanjungpura (Untan) bekerjasama dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) menyelenggarakan lokakarya studi warisan budaya (herritage studies workshop) selama Empat hari dari tanggal 31 Oktober hingga 3 November 2018.

Para peserta Worskshop ini dari Mahasiswa Kulliyyah of Architecture and Environmental Design (KAED) Faculti IIUM dan Mahasiswa Fakultas Teknik Untan serta Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Peserta Workshop mempelajari struktur dan konstruksi rumah tradisional di Kalimantan Barat dengan mengunjungi Keraton Kadariah Kesultanan Pontianak, Masjid Jami’ Sultan Abdurrahman, Rumah Tradisional di Gang Kamboja Pontianak, Makam Batulayang Kesultanan Pontianak, Tugu Khatulistiwa, Keraton Amantubillah dan masjid Jami’atul Khair di mempawah dan Peninggalan Bangunan Kolonial dan Rumah Rumah Tardisional marga Tjhia.

Prof. Dr. Zainora Asmawi, Wakil Dekan Khusus Pasca Siswazah untuk S2 Dan S3 Kulliyyah of Architecture and Environmental Design (KAED) Faculti IIUM mengatakan kolaborasi antara Untan dan International Islamic University Malaysia (IIUM) dalam mempelajari warisan bangunan, budaya dan sejarah satu sama lain sangat baik dilakukan melihat banyaknya kesamaan antara Indonesia dan Malaysia.

“Kita mempunyai banyak persamaan dan juga harus di manfaatkan sepenuhnya, sebagai contoh yang paling kentara yang kita dapat lihat itu dari unsur-unsur sejarah, budaya dan juga dari segi warisan bangunan yang perlu kite ambil langkah-langkah supaye kita dapat memepertahankan sebab warisan sejarah ini satu aset yang berharga bagi negara, dan juga keberadaan kita didalam nusantara jadi kite harus berkongsi maklumat dan bekerjesama, saya rasa ini suatu usaha yang baik dari pihak Untan (Universitas Tanjungpura) dan International Islamic University Malaysia (IIUM)”, ujar Prof. Dr. Zainora Asmawi di Gedung Rektorat Untan (31/10/2018).

Prof. Dr. Zainora Asmawi mengharapkan kerjasama ini terus berkelanjutan dalam bentuk MOU dan perjanjian dalam mengajakan kerjasama antar kedua belah pihak. dari segi penyelidikan, riset, antara Dosen Untan dan IIUM dan pertukaran pelajar maupun dosen maupun penerbitan Jurnal yang terindeks scopus.

“jadi kita dapat sama-sama berkongsi Ilmu, saya harap akan jadi berterusan dan jadi satu reality, Insyaalah” pungkasnya. (Agus Supriadi)

1 Komentar

  • Mantap, Selamat dan Sukses Untuk Lokakarya Studi Warisan Budaya Kerjasama Untan dan IIUM

    Eca Septiani Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *