Jelsy Meivira, Mahasiswi Untan yang Berprestasi di Tingkat Nasional

Jelsy Meivira, Mahasiswi Untan yang Berprestasi di Tingkat Nasional

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Jelsy Meivira yang merupakan salah satu mahasiswi Universitas Tanjungpura Pontianak mendapatkan juara kedua dalam Wirausaha Muda Mandiri (WMM) bidang Industri Perdagangan dan Jasa dengan usaha Maket Desain Gedung 3D.

Atas keberhasilannya tersebut, mahasisawi Prodi Arsitektur Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik tersebut berhak mendapatkan hadiah Rp40 juta.

Jelsy menceritakan pencetusan tersebut bermula dari kepala Prodi Arsitektur yang saat itu ada mata kuliah manajemen dan pengolahan usaha.

“Disitu diusulkan untuk membikin maket, tetapi maket yang murah untuk kalangan mahasiswa tugas akhir di arsitektur, awalnya seperti itu, jadi pengembangan bisnis saya itu hanya dikisaran fakultas saja,” ujarnya, Selasa (14/3).

“Alhamdulillah karena harga maket saya terbilang murah, namun kualitasnya masih termasuk kategori professional dengan kompetitor lainnya setelah manajemen dan pengolahan usaha ini selesai,” ceritanya.

Usaha dirinya tersebut terus berkembang, yang kemudian ada developer sampailah ke dinas pemerintahan hingga hari ini dirinya sudah men-closing sekitar dua puluh perusahaan.

Dia mengatakan pertama kali dalam pencetusan dalam bidang usaha maket tersebut adalah karena kebutuhan.

“Saya masuk kuliah itu tidak ditanggung orang tua, awalnya saya itu hanya jualan kertas A3 yang memang digunakan untuk mahsiswa, dan teman-teman setingkat saya kemudian karena kepedulian dari dosen juga, jadi setelah membuat satu maket yang modalnya sedikit ternyata profitnya lumayan banyak, disitu saya berusaha mengembangkan bisnis saya dengan cara merekrut tim dari teman-teman prodi,” jelas Jelsy.

Dia mengatakan untuk peluang usaha maket tersebut lumayan besar, karena di kota Pontianak sedang dalam pengembangan pembangunan seperti developer, karena maket sebagai pengganti dan menginformasikan kepada klien yang ingin menginvestasikan rumah atau tanah.

Dijelaskannya, ketika pameran juga dipergunakan sebagai pengganti banner maupun tiga dimensi video, kemudian memang tingkat pameran di kota Pontianak semakain banyak, karena pembangunan semakin tinggi, jadi para developer juga mencari maket, jasa maket lumayan mahal.

Karena proses pembuatannya menggunakan tready painting, kata Jelsy yang bikin mahal dan bahannya juga berasal dari luar atau pulau Jawa.

“Usaha saya disini adalah bagaimana caranya maket tersebut bisa murah yaitu dengan cara menggunakan bahan bekas, dan pembuatannya dibuat dengan cara manual dan kreatifitas sendiri, sehingga itu yang membuat kami beda,” jelas wanita kelahiran 19 Mei 1993 itu.

Lebih lanjut, Jelsy menceritakan sebelum dirinya mendapatkan juara dua dalam WMM tersebut, dia mendapatkan juara satu tingkat Kalimantan yang mana lama dari persiapan itu ketika pendaftaran dari bulan Desember, kemudian diseleksi sekitar 918 orang dipulau Kalimantan yang saat itu dirinya dihubungi oleh pihak Mandiri dan diminta langsung ke Banjarmasin.

“Itu persiapan sangat mepet, hanya dua hari saja untuk yang ke region, dari region saya menang untuk mengawakili yang dari Kalimantan,” ujarnya.

Menurutnya, proses dari yang region ke nasional sekitar lima hari, dan persiapannya benar-benar mendesak. Kata Jelsy, WMM termasuk ajang yang bergengsi karena mengapresiasikan pengusaha muda yang sudah berjuang dari nol yang kemudian mereka angkat dan bantu dengan inkubator bisnisnya.

“Disini yang membuat saya tertarik adalah inkubator bisnis dari orang-orang yang memang sudah jadi pengusaha dari awalnya, pengusaha sukses meng-coaching (mengarahkan) kami, itu yang kami cari sebenarnya di WMM, tapi yang di-coaching hanya pemenang saja, Alhamdulillah saya jadi pemenang,” sebut dia.

Ketika mendapatkan juara dua tingkat Nasional tersebut, ada 12 region, sehingga ia harus melawan 12 orang yang semuanya legalitasnya adalah CV dan PT.

“Jadi lawan saya ada 12 orang untuk kategori mahasiswa, semuanya itu legalitasnya adalah CV dan PT, awalny saya sudah pasrah, tetapi saya tetap menampilkan yang terbaik,” tuturnya.

Tidak hanya itu, lebih jauh ketika dalam tahap penjurian, kata Jelsy, dirinya dan peserta yang lain mempresentasikan dari produk dan keunggulan dari usahanya masing-masing.

“Pas hari Awarding-nya, Alhamdulillah saya mendapat juara dua, jadi disetiap bidang ada dua juara, yaitu satu dan dua,” sebutnya bangga.

Kesan yang dirasakan, katanya ketika mendapatkan juara adalah bangga serta terharu karena usaha dirinya sekitar tiga tahun, kemudian pertanggung jawaban saya untuk menampilkan yang terbaik untuk prodi dan Fakultas serta Universitas Tanjungpura, dan kota Pontianak.

“Ini membuktikan kalau anak Pontianak bisa maju, berusaha dan bisa berkompetisi dengan para pengusaha yang ada diluar Kalimantan, dan ini juga membutikan Universitas Tanjungpura bisa bersaing dengan Universitas di pulau Jawa yang sudah terkenal,” pungkasnya bangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *