Lima Mahasiswa Untan Lulus Beasiswa Aktivis Nusantara 9

Lima Mahasiswa Untan Lulus Beasiswa Aktivis Nusantara 9

Sejak tahun 2010, Dompet Dhuafa menggulirkan program Bakti Nusa (Beasiswa Aktivis Nusantara) kepada aktivis-aktivis kampus di Indonesia dan telah memberikan kemanfaatan kepada lebih dari 500 mahasiswa dari 22 Universitas di Indonesia. Ditahun 2019 ini, Dompet Dhuafa memberikan peluang kepada 75 aktivis kampus terbaik melalui program Bakti Nusa 9 yang disebar di 11 Kota dan 22 Universitas di seluruh Indonesia. Kota Pontianak diwakili oleh Universitas Tanjungpura dalam menyeleksi mahasiswa yang layak untuk diberikan manfaat dalam beasiswa ini.

Beasiswa Aktivis Nusantara merupakan program dari Dompet Dhuafa untuk mempersiapkan dan membentuk pemimpin dimasa yang akan datang, oleh karena itu seleksi yang dilakukan pun lumayan panjan untuk menyaring aktivis terbaik dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 61 mahasiswa Universitas Tanjungpura dari 709 mahasiswa seluruh Indonesia mendaftar dan melewati rangkaian seleksi administrasi yang dilakukan secara nasional hingga terpilih 24 mahasiswa masing-masing kota untuk mengikuti seleksi wawancara secara regional. Pontianak melakukan seleksi regional tepatnya pada tanggal 22-24 Februari 2019. Seleksi wawancara dilakukan pada tanggal 22-23 Februari dan meluluskan 12 orang mahasiswa untuk tahap seleksi uji publik yang dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2019 di Ruang Sidang FEB Universitas Tanjungpura.

Pada tahap uji publik, 12 calon penerima manfaat Bakti Nusa 9 memaparkan gagasan dari inovasi serta potensi diri yang akan dilakukannya di masa yang akan datang dihadapan para pendukung, tim panelis pusat dari Bogor serta Manajer Bakti Nusa Regional Pontianak.

Berdasarkan Uji Publik tersebut, disaringlah aktivis Universitas Tanjungpura terbaik dari yang terbaik untuk menjadi Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara 9 sebanyak 5 orang mahasiswa yaitu Alif Fitrah (Sistem Informasi 2015), Dwiki Septa Pangestu (Ilmu Hukum, 2015), Felicia Yulita Kartika Sari (Matematika, 2015) , Kaharudin (Geofisika, 2015) serta Muhammad Cholil (Ekonomi Islam, 2015) yang nantinya secara resmi menjadi PM Bakti Nusa 9 dengan mengikuti Future Leader Camp yang diadakan di Semarang, 28-31 Maret 2019.

Manajer Bakti Nusa Regional Pontianak, Randa Reynaldi memaparkan “ Tujuan besar dalam program beasiswa ini adalah untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang siap mengisi pos-pos kepemimpinan strategis di masyarakat. Sehingga dalam pembinaan program kedepannya, PM Bakti Nusa 9 ini akan mendapatkan asupan tentang persiapan menjadi seorang pemimpin di masyarakat “.

Ia juga menuturkan bahwa 24 mahasiswa yang lolos tahap wawancara bahkan 61 mahasiswa Universitas Tanjungpura yang mendaftar Bakti Nusa 9 memiliki kualitas kepemimpinan yang luar biasa, hanya saja yang namanya kompetisi harus ada yang menang dan kalah. Tim Bakti Nusa harus memilih yang terbaik dari yang terbaik.

“Harapannya bagi yang belum berkesempatan untuk lolos, tetap bergerak dan berkarya untuk masyarakat. Jangan pernah berhenti berbuat baik untuk negeri ini, karena kita lah sebagai generasi muda yang dibutuhkan negeri ini untuk mengisi pos-pos kepemimpinan di masa depan” lengkapnya. (Alif / Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *