Mahasiswa KKM Kelompok 17 FISIP Untan Adakan Sosialisasi Pendidikan di SMPS Merah Putih Desa Pasir Palembang

Mahasiswa KKM Kelompok 17 FISIP Untan Adakan Sosialisasi Pendidikan di SMPS Merah Putih Desa Pasir Palembang

Mahasiswa KKM Kelompok 17 Fisip (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Tanjungpura (Untan) mengadakan sosialisasi pendidikan di SMPS Merah Putih di Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kamis (24/1/2019). Sosialiasi tersebut dilaksanakan dalam upaya memberikan motivasi kepada siswa untuk terus melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/Sederajat hingga ke Perguruan Tinggi.

“Dengan adanya sosialisasi pendidikan ini, kami berharap bisa memotivasi adik adik untuk lebih bersemangat untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya dan bisa mencapai apa yang telah dicita-citakan mereka”,ujar Indra Gunawan Ketua KKM 17 Fisip Untan.

Ia menambahkan pendidikan, pengetahuan merupakan salah satu modal yang kita miliki untuk hidup di zaman sekarang. Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi banyak sekali masyarakat Indonesia khususnya di Kalimantan Barat ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Sementara itu, Kepala Sekolah SMPS Merah Putih, Muhammad Baris sambut baik sosialisasi yang diadakan oleh mahasiswa KKM FISIP Untan.

“Saya berharap dengan diadakannya sosialisasi pendidikan ini bisa memberikan semangat baru kepada anak-anak untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA dan para mahasiswa bisa membagi ilmu serta pengalaman yang telah mereka dapat kepada siswa siswi di sini. Kita tidak ingin anak anak ini putus sekolah setelah itu menikah dan ini yang biasa terjadi disini” ujarnya. (Kahfi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *