
Siswa SMKS Bina Dharma Antusias Ikuti Pelatihan Produksi Serbuk Effervescent Berbasis Etnofarmasi di Farmasi UNTAN
Pontianak – Puluhan siswa SMKS Bina Dharma Pratama, Pontianak Barat, mendapat pengalaman baru dalam dunia farmasi dengan mempelajari langsung cara membuat serbuk effervescent berbasis etnofarmasi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura ini berlangsung Juni–Agustus 2025 dan berhasil menuai respons positif.
Kegiatan yang dipimpin Dr. Liza Pratiwi, M.Sc., Apt bersama tim farmasi FK UNTAN yaitu Dr. Bambang Wijianto, M.Sc, Apt, M.Akib Yuswar, M.Si, Apt, apt. Fakhruddin, M.Farm, dan Muhammad Nur Ajwad, S.Farm, M.Si berangkat dari permasalahan rendahnya pengetahuan siswa terkait pembuatan sediaan farmasi modern, khususnya serbuk effervescent. Padahal, produk kesehatan ini kian diminati karena praktis, mudah larut, dan dapat diperkaya dengan bahan alami tradisional.
Melalui serangkaian pelatihan, siswa diajak memahami metode pembuatan granul dan serbuk, mengenal bahan dasar seperti asam sitrat dan natrium bikarbonat, hingga praktik langsung meracik produk dengan tambahan bahan herbal lokal. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa. Nilai rata-rata post-test mereka naik dari 53,75 menjadi 63,75.
“Program ini bukan sekadar melatih keterampilan teknis, tapi juga membangkitkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan siswa untuk memanfaatkan kekayaan tanaman obat lokal,” ujar Dr. Liza.
Para siswa tak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga mulai berinovasi dengan menambahkan rasa alami seperti jahe dan buah. Hal ini membuka peluang produk serbuk effervescent menjadi basis usaha kecil atau UMKM di kemudian hari.
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. “Kegiatan ini membuat siswa kami lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus membuka peluang wirausaha,” kata Apt. Rafli Armandani, S.Farm, Ketua Jurusan Farmasi SMKS Bina Dharma.
Ke depan, tim PKM berharap program serupa mendapat pendampingan lebih lanjut, termasuk dalam hal standardisasi mutu, izin edar, dan strategi pemasaran. Dengan begitu, produk kesehatan berbasis etnofarmasi tak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bisa menjadi komoditas unggulan masyarakat Pontianak.



