Untan Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik

Untan Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik

Universitas Tanjungpura berhasil meraih peringkat ke dua dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik tahun 2018. Rektor Untan Prof Dr Thamrin Usman DEA menerima langsung penghargaan ini dari Komisi Informasi Pusat di Istana Wakil Presiden, kemarin (5/10/2018). Di kategori Perguruan Tinggi Negeri, hanya kalah dari Institut Pertanian Bogor. Namun Untan mengungguli Universitas Gadjah Mada di peringkat tiga.

“Tentu saja kami sangat bangga karena ini merupakan penghargaan yang bergengsi. Upaya kami untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat mendapat apresiasi. Terutama keterbukaan informasi publik yang cepat, transparan, dan terukur,” ujarnya

Rektor Untan menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir Untan terus mempermudah akses informasi kepada para mahasiswanya. Begitu juga pelayanan administrasi lainnya. “Misalnya setiap pertanyaan, saran dan keluhan berlangsung interaktif antara mahasiswa dan petugas kami. Kami juga memiliki website yang aktif dan update. Begitu juga dengan media-media informasi lainnya,” papar dia.

Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik tahun 2018 ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan sistem peringkat. Pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik kali ini dilakukan penilaian keterbukaan informasi BP berdasarkan kualifikasi sesuai rentangan nilai keterbukaan informasi publiknya. Dimulai dari kualifikasi tertinggi yaitu kelompok pertama Badan Publik Informatif, kedua BP Menuju Informatif, ketiga BP Cukup Informatif, keempat BP Kurang Informatif, dan kelima BP Tidak Informatif.

Untuk kategori BP, ada tujuh kategori yaitu BP Kementerian, BP Lembaga Non Struktural (LNS), BP Lembaga Negara Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LNLPNK), BP Perguruan Tinggi Negeri (PTN), BP Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BP Pemerintah Provinsi (Pemprov), dan BP Partai Politik (Parpol). Ia memastikan sejumlah pejabat publik akan hadir.

Namun demikian, ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan penganugerahan keterbukaan informasi BP tahun ini tetap menyisakan sisi yang harus terus didorong. Sisi yang dimaksud adalah masih rendahnya partisipasi BP BUMN sehingga dari ratusan BUMN hanya tujuh di antaranya yang masuk kategori Badan Publik Informatif, Menuju Informatif, dan Cukup Informatif. (Aris/Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *